PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SMA
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SISWA SMA
A. PENGERTIAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PERIODE SMA
Ø Individu yang
berada pada tahap yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan
individu. karena mereka berada pada periode transisi, yaitu dari periode kanak-kanak
menuju periode orang dewasa.
Ø Umumnya mereka tidak mau dikatakan sebagai anak-anak tapi jika mereka
disebut sebagai orang dewasa, mereka secara nyata belum siap menyandang
predikat sebagai orang dewasa.
B. ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK USIA SMA
1.
Perkembangan Fisik
Usia SMA Tidak hanya pada pertumbuhan
fisik pada anggota tubuh tetapi juga proporsi tubuh yang semakin
besar juga pada perkembangan seksualitas anak SMA ditandai dua ciri yaitu seks primer dan seks sekunder.
Ø Laju perkembangan secara umum kembali menurun, sangat lamban
Ø Proposi ukuran tinggi & berat
badan lebih seimbang mendekati kekuatan tubuh orang dewasa
Ø Organ-organ reproduksi siap berfungsi sprt pada orang-orang yg sudah
dewasa
Ø Gerak-geriknya mulai mantap
2. Intelektual
Intelektual adalah orang yang menggunakan
kecerdasannya untuk bekerja, belajar, menganalisa dan menjawab persoalan
tentang berbagai gagasan.
Ø Tahap operasional formal dapat mempertimbangkan kemungkinan masa depan,
mencari jawaban, menangani masalah dengan fleksibel, menguji hipotesis, dan
menarik kesimpulan atas kejadian yang mereka tidak mengalaminya secara langsung.
3. Perkembangan
Emosi
Pada masa ini,
tingkat karateristik emosional akan menjadi drastis tingkat kecepatannya. Gejala-gejala
emosional para remaja seperti perasaan sayang, marah, rasa malu,
cinta dan benci dan putus asa.
Ø “Pemberontakan “ remaja merupakan ekspresi dari perubahan yang universal
dari masa kanak-kanak ke dewasa
Ø Karena bertambahnya kebebasan mereka, banyak remaja yang mengalami
konflik dengan orang tua mereka. Mereka mungkin mengharapkan simpati dan
nasihat orang tua atau guru
Ø Siswa pada usia ini seringkali melamun, memikirkan masa depan mereka.
4. Perkembangan
Sosial
Pada masa ini berkembangan sikap cenderung
menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan
orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap
dan perilaku yang dpt dipertanggung
jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain.
Tapi ada juga
beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman
sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja
diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk
mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat
Berikut ini
ciri-ciri penyesuaian sosial remaja, diantaranya :
Di Lingkungan
Keluarga
Ø Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua dan saudaranya
Ø Menerima otoritas orang tua (menaati peraturan orang tua)
Ø Menerima tanggung jawab dan batasan (norma) keluarga
Ø Berusaha membantu anggaran kalau sebagai individu atau kelompok
Di Lingkungan
Sekolah
Ø Bersikap respek dan mentaati peraturan
Ø Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah
Ø Menjalin persahabatan dengan teman sebaya
Ø Hormat kepada guru, pemimpin sekolah atau staf lain
Ø Berprestasi di sekolah
Di Lingkungan Masyarakat
Ø Pada usia anak SMA terjadi
perkembangan sosial yaitu kemampuan untuk memahami orang lain.
5.Kemampuan bahasa terhadap peserta didik siswa SMA
Kemampuan
berbahasa dan kemampuan berpikir saling mempengaruhi satu sama lain. Bahwa kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa.
Perkembangan
bahasa dipengaruhi antara lain oleh usia anak, kondisi keluarga, tingkat
kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik anak terutama
dari kesehatannya.
6. Perkembangan
Moral
Perkembangan moral pada remaja menurut teori Kohlberg menempati tingkat
III: pasca konvensional stadium 5, merupakan tahap orientasi terhadap
perjanjian antara remaja dengan lingkungan sosial. Ada hubungan timbal balik
antara dirinya dengan lingkungan sosial dan masyarakat.
Pada tahap ini remaja lebih mengenal tentang nilai-nilai moral,
kejujuran, keadilan kesopanan dan kedisiplinan. Oleh karena itu moral remaja
harus sesuai dengan tuntutan norma-norma sosial.
Selain itu peranan orang tua sangat penting. Dalam membantu moral remaja,
orang tua harus konsisten dalam mendidik anaknya, bersikap terbuka serta
dialogis, tidak otoriter atau memaksakan kehendak.
Pada usia SMA mereka sudah
lebih mengenal tentang nilai-nilai moral atau konsep-konsep moralitas, seperti
kejujuran, keadilan, kesopanan, dan kedisiplinan.Pada masa ini muncul dorongan
untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik oleh orang lain.
7. Implikasi/Pengaruhnya terhadap proses pembelajaran/ Pendidikan
Piaget menyebutkan bahwa sebagian besar remaja mampu
memahami dan mengkaji konsep-konsep abstrak dalam batas-batas tertentu.
Karena siswa pada usia remaja ini masih dalam proses
penyempurnaan penalaran, guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengadakan
diskusi secara baik serta memberikan tugas-tugas penulisan makalah.
Selanjutnya guru mengamati kecenderungan-kecenderungan remaja untuk melibatkan diri
dalam hal-hal yang belum tergali.
1. Memeberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi,
bahaya penyimpangan seksual dan penyalahgunaan narkotika.
2. Membantu siswa mengembangkan sikap positif terhadap postur tubuh atau
kondisi dirinya.
3. Menyediakan fasilitas yang memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan
yang sesuai dengan minat dan bakatnya, seperti saran olahraga, kesenian dan
sebagainya.
4. Melatih siswa untuk mengembangkan kemampuan bertahan dalam kondisi sulit
dan penuh godaan
5. Menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berfikir
kritis, refleksi, dan positif.
6. Memberikan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah
dan mengambil keputusan
7. Membantu siswa mnegmbangkan etos kerja yang tinggi dan sikap wirausaha
8. Menjalin hubungan yang harmonis dengan siswa, dan bersedia mendengarkan
segala keluhan dan problem yang dihadapinya.
Komentar
Posting Komentar