PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SD
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SD
A.
PERKEMBANGAN FISIK- MOTORIK
Perkembangan
motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik.
- Menggerakan tanggan untuk menulis, menggambar, mengambil makanan, melempar bola, dsb.
- Menggerakkan kaki untuk menendang bola, lari mengejar teman pada saat main kucing-kucingan.
Fase
untuk sekolah dasar, ditandai dengan gerak atau aktivitas motorik yang lincah.
Oleh karena itu usia ini merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan
yang berkaitan dengan motorik, baik halus maupun kasar, dapat dijelaskan
sebagai berikut :
1. Motorik Halus :
- Menulis
- Menggambar/Melukis
- Mengetik
- Membuat Kerajinan
- Menjahit
2. Motorik Kasar
- Baris-Berbaris
- Bela Diri
- Berenang
- Atletik
- Sepak Bola
Upaya
–upaya sekolah untuk memfasilitasi perkembangan motorik secara fungsional
tersebut diantaranya adalah :
- Sekolah merancang pelajaran keterampilan yang bermanfaat bagi perkembangan atau kehidupan anak, seperti mengetik, menjahit, atau kerajinan tangan lainnya.
- Sekolah memberikan pelajaran senam atau olahraga kepada para siswa, yang jelas disesuaikan dengan usia siswa.
- Sekolah menyediakan sarana untuk keberlangsungan penyelenggaraan tersebut. seperti alat-alat yang diperlukan, dan tempat atau lapangan olahraga.
Pada usia sekolah dasar, anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif seperti membaca, menulis dan menghitung.
Untuk mengembangkan daya nalarnya daya cipta atau kreatifitas anak maka kepada anak perlu diberikan peluang-peluang untuk bertanya, berpendapat, dan melihat (memberikan kritik) tentang berbagai hal dengan pelajaran atau peristiwa yang terjadi di lingkungan.
Dilihat dari aspek kognitif, menurut piaget masa ini berada pada tahap oprasional konkret, yang ditanda dengan :
1. Mengklasifikasi/ menggelompokan benda-benda berdasarkan ciri yang sama.
2. Menyusun mengasosiasikan / Menghubungkan atau menghitung angka-angka atau bilangan.
3. Memecahkan masalah (problem solving) yang sederhana.
Pada usia sekolah khususnya dikelas-kelas 4, 5, 6, anak mulai menyadari bahwa pengungkapan emosi secara kasar tidaklah diterima atau tidak disenangi oleh orang lain. oleh karena itu dia mulai belajar untuk mengendalikan dan mengontrol melalui peniruan dan latihan (pembiasaan).
Dalam proses peniruan, kemampuan orang tua atau guru dalam mengendalikan emosinya sangatlah berpengaruh. Apabila anak dikembangkan di lingkungan keluarga yang suasana emosinya stabil maka perkembangan emosi anak cenderung stabil atau sehat.
Akan tetapi apabila kebiasaan orang tua dalam mengekspresikan emosinya kurang stabil seperti marah-marah, mudah mengeluh, kecewa dan pesimis dalam menghadapi masalah, maka perkembangan emosi anak cenderung kurang stabil / tidak sehat.
D. PERKEMBANGAN SOSIAL
1. Perkembangan emosi tidak dapat dipisahkan dg perkembangan sosial (tingkah laku sosial).
2. Orang di sekitar banyak mempengaruhi perilaku sosialnya.
3. Dunia sosioemosional anak menjadi semakin kompleks.
4. Interaksi dengan keluarga, teman, sekolah & guru memiliki peran penting.
5. Pemahaman diri & perubahan dlm perkembangan gender & moral menandai perkembangan anak.
Untuk mengembangkan kemampuan berbahasa / keterampilan berkomunikasi anak melalui tulisan, sebagai cara untuk mengspresikan perasaan, gagasan / pikirannya, maka sebaiknya kepada anak dilatih untuk membuat karangan / tulisan tentang berbagai hal yg terkait dg pengalaman hidupnya sendiri / kehidupan pada umumnya.
E. PERKEMBANGAN MORAL
1. Sudah memahami aturan, norma & etika yang berlaku di masyarakat.
2. Perilaku moral banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua & perilaku moral dari orang sekitar.
F. IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN
Upaya dapat ditempuh guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang kondusif itu :
1. Mengembangkan iklim (suasana) kelas yang bebas dari ketegangan, seperti guru bersikap ramah, tidak judes / galak.
2. Memperlakukan siswa sebagai individu yg mempunyai harga diri,seperti guru menghargai pribadi, pendapat, serta tidak menganak emaskan / menganak tirikan siswa.
3. Memberikan nilai secara adil & objektif
4. Menciptakan kondisi kelas yg tertib, bersih &sehat (ventilasi udara, & pencahayaannya baik)
Komentar
Posting Komentar